Disentrigasi Bangsa
Faktor penyebab pemberontak PKI Madiun,DI/TII,APRA,G30SPKI,Andi Aziz,RMS,PRRI,Permesta,dan BFO.
1.PKI Madiun
Terjadinya pemberontakan PKI Madiun berawal dari upaya yang dilakukan oleh Amir Syarifuddin untuk menjatuhkan kabinet hatta.Untuk hal tersebut, Amir Syarifuddin pada tanggal 26 febeuari 1948 membentuk Front Dekokarasi Rakyat(FDR) di Surakarta.
Kegiatan FDR dikendalikan oleh PKI semwnjak Muso kembali dari Soviet.Dalam rangka menjatuhkan wibawa pemerintah,Muso dan Amir Syarifuddin berkeliling disejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mempropagandakan PKI beserta programnya beserta menjelek-jelPKIekan pemerintah.
Faktor utama pemberontakan:
1. Kekecewaan atas Perundingan Renvile.
2. Kekecewaan atas rasionalisasi jumlah pasukan TNI.
3. Hasutan dari Musso yang baru kembali dari Uni Soviet.
Pemberotakan tersebut didasari oleh faktor politik.
Beberapa tokoh PKI.
1. Musso
Musso alias Munawar Muso adalah tokoh komunis Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1920-an. Ia memproklamirkan Pemerintahan Republik Soviet Indonesia pada 18 September 1948 di Madiun. Tujuannya untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan Negara Komunis.
Namun dalam waktu tidak lebih dari dua minggu, kekuatan bersenjata tentara Muso dihancurkan pasukan TNI yang menyerang dari Jawa Timur (pimpinan Kol. Sungkono) dan Jawa Tengah (pimpinan Kol. Gatot Subroto). Muso dan pimpinan PKI Madiun melarikan diri.
Muso dilahirkan di Kediri, Jawa Timur 1897, adalah anak Rono Wijoyo, seorang pelarian pasukan Diponegoro. Saat di Surabaya Musso pernah kos di rumah milik HOS Tjokroaminoto, guru sekaligus bapak kosnya. Selain Musso di rumah kos itu juga ada Soekarno , Alimin, Semaun, dan Kartosuwiryo.
Musso, Alimin, dan Semaun kemudian dikenal sebagai tokoh kiri Indonesia. Sedangkan Kartosuwiryo menjelma menjadi tokoh Darul Islam, ekstrem kanan. Mereka dicatat dalam sejarah perjalanan revolusi di Indonesia.
Muso sempat menjadi pengurus Sarekat Islam pimpinan HOS. Tjokroaminoto. Selain di Sarekat Islam, Musso juga aktif di ISDV (Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda).
2. Amir Syarifuddin
Saat Indonesia baru merdeka, Amir Syarifuddin menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan. Dia pernah menjadi Menteri Penerangan, Menteri Pertahanan, dan bahkan Perdana Menteri RI.
Saat berlangsung Perjanjian Renville dengan Belanda, Amir bertindak sebagai negosiator utama RI. Hasil perjanjian Renville ternyata tak menguntungkan RI, karena Belanda hanya mengakui Yogyakarta, Jawa Tengah dan Sumatera. Maka Amir pun dikecam oleh banyak kalangan, mengakibatkan Kabinet Amir Syarifudin jatuh.
Untuk merebut kembali kedudukannya, pada tanggal 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang mengorganisir kaum tani dan buruh dalam rangka memperkuat basis massa. FDR berhasil menghasut buruh, hingga terjadi pemogokan di pabrik karung Delanggu (Jawa Tengah) pada tanggal 5 Juli 1959.
Ketika Musso tiba dari Moskow (11 Agustus 1948), Amir dan FDR segera bergabung dengan Musso.
3. DN. Aidit
Dipa Nusantara (DN) Aidit adalah Ketua Umum Comite Central (CC) Partai Komunis Indonesia. Ia mengambil alih partai itu dari komunis tua -- Alimin dan Tan Ling Djie -- pada 1954. Aidit hanya butuh waktu setahun untuk membesarkan kembali PKI.
Di bawah ni, PKI menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia, setelah Uni Soviet dan Tiongkok. Ia mengembangkan sejumlah program untuk berbagai kelompok masyarakat, seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI), Lekra, dan lain-lain.
2.DI/TII
Faktor penyebab pemberontakan:
1.Kekecewaan S.M. Kartosuwiryo atas ditandatanganinya perjanjian renvile.
2.Keinginan Kartosuwiryo untuk mendirikan negara islam Indonesia.
3.Diturunkannya status wilayah aceh dari kesultanan menjadi keresidenan.
4.Ditolaknya pasukan pimpinan Kahar Muzakar menjadi tentara.
Beberapa tokoh pemberontak DI/YII.
1. Sekarmaji Marijan Karto Suwiryo di Jawa Barat
2. Amir Fatah di Jawa Tengah
3. Daud Beureueh di Aceh
4. Ibnu Hajar di Kalimantan Selatan
5. Kahaz Muzakar di Sulawesi
3. APRA
Gerakan APRA muncul di kalangan knil yang dipimpin oleh kapten Westerling gerakan ini dipelopori oleh golongan kolonialisme Belanda yang ingin mengamankan kepentingan ekonominya di Indonesia dan bermaksud mempertahankan kedudukan negara Pasundan. pada bulan Januari 1950 APRA mengajukan ultimatum kepada pemerintah republik Indonesia dan negara Pasundan yang isinya tuntutan agar APRA diakui sebagai tentara Pasundan dan keberadaan negara Pasundan tetap dipertahankan.
Beberapa tokoh pemberontakan APRA:
Westerling meyakini dirinya sebagai Ratu Adil yang diramalkan Jayabaya berasal dari Turki, hingga tentara yang dibentuknya dinamai Angkatan Perang Ratu Adil. Dia memerintahkan percobaan kudeta yang gagal pemberontakan APRA di Bandung yang mencoba membunuh Sri Sultan Hamengkubowono IX / Menteri Pertahanan Keamanan, Sekjen Pertahanan Keamanan Ali Budiardjo, dan Pejabat Kepala Staf Angkatan Perang Kolonel TB Simatupang.
Kudeta APRA gagal dilaksanakan. TNI menyerang dengan pasukan dari berbagai penjuru ke Bandung. Westerling yang terdesak bersembunyi dan berhasil dilarikan ke Singapura oleh rekan-rekan militer Belanda di Indonesia, 22 Febuari, 1950 dengan Pesawat Catalina.
Westerling didukung oleh rakyat Belanda yang menganggapnya pahlawan, meskipun di Indonesia dia membunuh ribuan orang. Permintaan ekstradisi Indonesia terhadapnya kepada Pengadilan Belanda gagal dengan putusan hakim Mahkamah Agung Belanda, 31 Oktober 1952. Tidak ada yang dapat dilakukan terhadap kejahatan Westerling di Indonesia, sampai akhirnya dia meninggal di Purmerend, Belanda 26 November 1987.
2. Sultan Hamid II
Syarif Abdul Hamid Al Kadrie adalah putera sulung Sultan Pontianak ke-6. Namun, Syarif kecil yang kemudian bergelar Sultan Hamid II setelah diangkat menggantikan ayahnya, 29 Oktpber 1945, dibesarkan oleh ibu angkat Salome Catherine Fox dan pasangannya Edith Maud Anteis. Dengan demikian, Sultan Hamid II bergaya dapat berbahasa Inggris dengan lancar dan bergaya hidup ala Barat.
Pada tahun 1937, masih masa penjajahan Belanda, Sultan Hamid II lulus dari KMA Belanda berpangkat Letnan pada Tentara Hindia Belanda. Setelah itu, Sultan memasuki tentara KNIL Belanda dan berpangkat Letnan Dua. Sebagai orang Indonesia pertama yang mempunyai pangkat tinggi dalam militer, karirnya maju pesat. Pria keturunan Arab Indonesia ini menjadi salah satu menteri yang menjabat dalam Pemerintahan Soekarno, Presiden pertama RI. Bahkan, Sultan berjasa dalam merancang lambang negara Indonesia.
Namun, peristiwa APRA mencoreng perjalanan hidup seorang yang seharusnya dikenang sebagai pahlawan. Sultan Hamid terbukti bersalah dan menjadi dalang dalam peristiwa kudeta APRA yang gagal di Bandung, penyerangan Divisi Siliwangi. Kudeta yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan Indonesia dan membunuh banyak tentara dan sipil membuatnya ditangkap dan dimasukkan dalam penjara. Sultan Hamid ditangkap beberapa bulan setelah kudeta gagal, 4 April 1950.
4. Pemberontakan Andi Azis.
Pemberontakan Andi Azis terjadi di Makassar ujung Padang Sulawesi Selatan di bawah pimpinan kapten Andi Azis seorang mantan perwira knil yang baru saja diterima masuk ke dalam apris faktor penyebab pemberontakan ini karena gerombolan Andi Aziz menolak masuknya pasukan pasukan apris dari TNI.
Andi Azis
Andi Abdoel Azis lahir pada 19 September 1924 di Simpangbinal, Kab. Barru, Sulawesi Selatan darikeluarga keturunan Bugis. Pada tahun 1930an ia dibawa ke Belanda oleh seorang pensiunan Asisten Residen berkebangsaan Belanda. Ia sangat menginginkan untuk masuk sekolah militer Belanda namun perang dunia II mengurungkan niatnya. Ia lalu masuk Koninklijk Leger dan bertugas di bawah tanah melawan Nazi. Dari situ ia menyeberang ke Inggris, sempat ditempatkan di India, lalu ia memilih bertugas di Indonesia dengan pertimbangan untuk bertemu orang tuanya.
5. Gerakan republik Maluku Selatan.
faktor penyebab pemberontakan ini adalah tidak menyetujui terbentuknya negara kesatuan republik Indonesia dan penggabungan daerah-daerah negara Indonesia timur ke dalam wilayah kekuasaan republik Indonesia berusaha melepaskan wilayah Maluku tengah dan NIT dari RIS.
MR.DR. Christian Robert Steven soumokil adalah seorang mantan jaksa agung dari negara Indonesia timur dia adalah pimpinan dari berdirinya republik Maluku Selatan.
6. PRRI atau permesta
Terjadinya pemberontakan ini disebabkan oleh beberapa faktor:
1.pemerintah pusat belum mampu melaksanakan pola otonomi daerah dengan wajar dan benar.
2. Pemerintah pusat mengalami labilitas yang disebabkan oleh beberapa hal:merajalelanya korupsi, konstituante hasil pemilu tahun 1955 belum berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya dalam masyarakat timbul pertentangan mengenai konsepsi presiden
Tokoh yang memproklamasikan berdirinya PRRI adalah Ahmad Husein pada tanggal 15 Februari 1958 bersama menterinya Mr Syarifudin prawiranegara.
7. Persoalan negara federal dan BFO
Setelah kemerdekaan konsep negara federal dan persekutuan negara bagian mau tidak mau menimbulkan potensi perpecahan dikalangan bangsa Indonesia sendiri persaingan yang timbul terutama adalah antara golongan federalis dan golongan unitaris. golongan federalis ingin bentuk negara federal dipertahankan sedangkan golongan unitaris ingin Indonesia menjadi negara kesatuan.
1.PKI Madiun
Terjadinya pemberontakan PKI Madiun berawal dari upaya yang dilakukan oleh Amir Syarifuddin untuk menjatuhkan kabinet hatta.Untuk hal tersebut, Amir Syarifuddin pada tanggal 26 febeuari 1948 membentuk Front Dekokarasi Rakyat(FDR) di Surakarta.
Kegiatan FDR dikendalikan oleh PKI semwnjak Muso kembali dari Soviet.Dalam rangka menjatuhkan wibawa pemerintah,Muso dan Amir Syarifuddin berkeliling disejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mempropagandakan PKI beserta programnya beserta menjelek-jelPKIekan pemerintah.
Faktor utama pemberontakan:
1. Kekecewaan atas Perundingan Renvile.
2. Kekecewaan atas rasionalisasi jumlah pasukan TNI.
3. Hasutan dari Musso yang baru kembali dari Uni Soviet.
Pemberotakan tersebut didasari oleh faktor politik.
Beberapa tokoh PKI.
1. Musso
Musso alias Munawar Muso adalah tokoh komunis Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1920-an. Ia memproklamirkan Pemerintahan Republik Soviet Indonesia pada 18 September 1948 di Madiun. Tujuannya untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan Negara Komunis.
Namun dalam waktu tidak lebih dari dua minggu, kekuatan bersenjata tentara Muso dihancurkan pasukan TNI yang menyerang dari Jawa Timur (pimpinan Kol. Sungkono) dan Jawa Tengah (pimpinan Kol. Gatot Subroto). Muso dan pimpinan PKI Madiun melarikan diri.
Muso dilahirkan di Kediri, Jawa Timur 1897, adalah anak Rono Wijoyo, seorang pelarian pasukan Diponegoro. Saat di Surabaya Musso pernah kos di rumah milik HOS Tjokroaminoto, guru sekaligus bapak kosnya. Selain Musso di rumah kos itu juga ada Soekarno , Alimin, Semaun, dan Kartosuwiryo.
Musso, Alimin, dan Semaun kemudian dikenal sebagai tokoh kiri Indonesia. Sedangkan Kartosuwiryo menjelma menjadi tokoh Darul Islam, ekstrem kanan. Mereka dicatat dalam sejarah perjalanan revolusi di Indonesia.
Muso sempat menjadi pengurus Sarekat Islam pimpinan HOS. Tjokroaminoto. Selain di Sarekat Islam, Musso juga aktif di ISDV (Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda).
2. Amir Syarifuddin
Saat Indonesia baru merdeka, Amir Syarifuddin menempati sejumlah posisi penting di pemerintahan. Dia pernah menjadi Menteri Penerangan, Menteri Pertahanan, dan bahkan Perdana Menteri RI.
Saat berlangsung Perjanjian Renville dengan Belanda, Amir bertindak sebagai negosiator utama RI. Hasil perjanjian Renville ternyata tak menguntungkan RI, karena Belanda hanya mengakui Yogyakarta, Jawa Tengah dan Sumatera. Maka Amir pun dikecam oleh banyak kalangan, mengakibatkan Kabinet Amir Syarifudin jatuh.
Untuk merebut kembali kedudukannya, pada tanggal 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang mengorganisir kaum tani dan buruh dalam rangka memperkuat basis massa. FDR berhasil menghasut buruh, hingga terjadi pemogokan di pabrik karung Delanggu (Jawa Tengah) pada tanggal 5 Juli 1959.
Ketika Musso tiba dari Moskow (11 Agustus 1948), Amir dan FDR segera bergabung dengan Musso.
3. DN. Aidit
Dipa Nusantara (DN) Aidit adalah Ketua Umum Comite Central (CC) Partai Komunis Indonesia. Ia mengambil alih partai itu dari komunis tua -- Alimin dan Tan Ling Djie -- pada 1954. Aidit hanya butuh waktu setahun untuk membesarkan kembali PKI.
Di bawah ni, PKI menjadi partai komunis ketiga terbesar di dunia, setelah Uni Soviet dan Tiongkok. Ia mengembangkan sejumlah program untuk berbagai kelompok masyarakat, seperti Pemuda Rakyat, Gerwani, Barisan Tani Indonesia (BTI), Lekra, dan lain-lain.
2.DI/TII
Faktor penyebab pemberontakan:
1.Kekecewaan S.M. Kartosuwiryo atas ditandatanganinya perjanjian renvile.
2.Keinginan Kartosuwiryo untuk mendirikan negara islam Indonesia.
3.Diturunkannya status wilayah aceh dari kesultanan menjadi keresidenan.
4.Ditolaknya pasukan pimpinan Kahar Muzakar menjadi tentara.
Beberapa tokoh pemberontak DI/YII.
1. Sekarmaji Marijan Karto Suwiryo di Jawa Barat
2. Amir Fatah di Jawa Tengah
3. Daud Beureueh di Aceh
4. Ibnu Hajar di Kalimantan Selatan
5. Kahaz Muzakar di Sulawesi
3. APRA
Gerakan APRA muncul di kalangan knil yang dipimpin oleh kapten Westerling gerakan ini dipelopori oleh golongan kolonialisme Belanda yang ingin mengamankan kepentingan ekonominya di Indonesia dan bermaksud mempertahankan kedudukan negara Pasundan. pada bulan Januari 1950 APRA mengajukan ultimatum kepada pemerintah republik Indonesia dan negara Pasundan yang isinya tuntutan agar APRA diakui sebagai tentara Pasundan dan keberadaan negara Pasundan tetap dipertahankan.
Beberapa tokoh pemberontakan APRA:
1. Westerling
Nama lengkapnya adalah Raymond Pierre Paul Westerling, lahir di Istambul, Kesultanan Ustmaniyah, 3 Agustus 1919. Terkenal dengan sebutan Westerling di Indonesia setelah peristiwa pembunuhan besar-besaran oleh pasukan yang dipimpinnya di Sulawesi Selatan. Peristiwa yang disebut sebagai Pembantain Westerling. Kini di Kota Makasar bahkan dibangun monumen untuk memperingati kekejaman Westerling tersebut sekaligus sebagai penghormatan terhadap pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan.Westerling meyakini dirinya sebagai Ratu Adil yang diramalkan Jayabaya berasal dari Turki, hingga tentara yang dibentuknya dinamai Angkatan Perang Ratu Adil. Dia memerintahkan percobaan kudeta yang gagal pemberontakan APRA di Bandung yang mencoba membunuh Sri Sultan Hamengkubowono IX / Menteri Pertahanan Keamanan, Sekjen Pertahanan Keamanan Ali Budiardjo, dan Pejabat Kepala Staf Angkatan Perang Kolonel TB Simatupang.
Kudeta APRA gagal dilaksanakan. TNI menyerang dengan pasukan dari berbagai penjuru ke Bandung. Westerling yang terdesak bersembunyi dan berhasil dilarikan ke Singapura oleh rekan-rekan militer Belanda di Indonesia, 22 Febuari, 1950 dengan Pesawat Catalina.
Westerling didukung oleh rakyat Belanda yang menganggapnya pahlawan, meskipun di Indonesia dia membunuh ribuan orang. Permintaan ekstradisi Indonesia terhadapnya kepada Pengadilan Belanda gagal dengan putusan hakim Mahkamah Agung Belanda, 31 Oktober 1952. Tidak ada yang dapat dilakukan terhadap kejahatan Westerling di Indonesia, sampai akhirnya dia meninggal di Purmerend, Belanda 26 November 1987.
2. Sultan Hamid II
Syarif Abdul Hamid Al Kadrie adalah putera sulung Sultan Pontianak ke-6. Namun, Syarif kecil yang kemudian bergelar Sultan Hamid II setelah diangkat menggantikan ayahnya, 29 Oktpber 1945, dibesarkan oleh ibu angkat Salome Catherine Fox dan pasangannya Edith Maud Anteis. Dengan demikian, Sultan Hamid II bergaya dapat berbahasa Inggris dengan lancar dan bergaya hidup ala Barat.
Pada tahun 1937, masih masa penjajahan Belanda, Sultan Hamid II lulus dari KMA Belanda berpangkat Letnan pada Tentara Hindia Belanda. Setelah itu, Sultan memasuki tentara KNIL Belanda dan berpangkat Letnan Dua. Sebagai orang Indonesia pertama yang mempunyai pangkat tinggi dalam militer, karirnya maju pesat. Pria keturunan Arab Indonesia ini menjadi salah satu menteri yang menjabat dalam Pemerintahan Soekarno, Presiden pertama RI. Bahkan, Sultan berjasa dalam merancang lambang negara Indonesia.
Namun, peristiwa APRA mencoreng perjalanan hidup seorang yang seharusnya dikenang sebagai pahlawan. Sultan Hamid terbukti bersalah dan menjadi dalang dalam peristiwa kudeta APRA yang gagal di Bandung, penyerangan Divisi Siliwangi. Kudeta yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan Indonesia dan membunuh banyak tentara dan sipil membuatnya ditangkap dan dimasukkan dalam penjara. Sultan Hamid ditangkap beberapa bulan setelah kudeta gagal, 4 April 1950.
4. Pemberontakan Andi Azis.
Pemberontakan Andi Azis terjadi di Makassar ujung Padang Sulawesi Selatan di bawah pimpinan kapten Andi Azis seorang mantan perwira knil yang baru saja diterima masuk ke dalam apris faktor penyebab pemberontakan ini karena gerombolan Andi Aziz menolak masuknya pasukan pasukan apris dari TNI.
Andi Azis
Andi Abdoel Azis lahir pada 19 September 1924 di Simpangbinal, Kab. Barru, Sulawesi Selatan darikeluarga keturunan Bugis. Pada tahun 1930an ia dibawa ke Belanda oleh seorang pensiunan Asisten Residen berkebangsaan Belanda. Ia sangat menginginkan untuk masuk sekolah militer Belanda namun perang dunia II mengurungkan niatnya. Ia lalu masuk Koninklijk Leger dan bertugas di bawah tanah melawan Nazi. Dari situ ia menyeberang ke Inggris, sempat ditempatkan di India, lalu ia memilih bertugas di Indonesia dengan pertimbangan untuk bertemu orang tuanya.
5. Gerakan republik Maluku Selatan.
faktor penyebab pemberontakan ini adalah tidak menyetujui terbentuknya negara kesatuan republik Indonesia dan penggabungan daerah-daerah negara Indonesia timur ke dalam wilayah kekuasaan republik Indonesia berusaha melepaskan wilayah Maluku tengah dan NIT dari RIS.
MR.DR. Christian Robert Steven soumokil adalah seorang mantan jaksa agung dari negara Indonesia timur dia adalah pimpinan dari berdirinya republik Maluku Selatan.
6. PRRI atau permesta
Terjadinya pemberontakan ini disebabkan oleh beberapa faktor:
1.pemerintah pusat belum mampu melaksanakan pola otonomi daerah dengan wajar dan benar.
2. Pemerintah pusat mengalami labilitas yang disebabkan oleh beberapa hal:merajalelanya korupsi, konstituante hasil pemilu tahun 1955 belum berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya dalam masyarakat timbul pertentangan mengenai konsepsi presiden
Tokoh yang memproklamasikan berdirinya PRRI adalah Ahmad Husein pada tanggal 15 Februari 1958 bersama menterinya Mr Syarifudin prawiranegara.
7. Persoalan negara federal dan BFO
Setelah kemerdekaan konsep negara federal dan persekutuan negara bagian mau tidak mau menimbulkan potensi perpecahan dikalangan bangsa Indonesia sendiri persaingan yang timbul terutama adalah antara golongan federalis dan golongan unitaris. golongan federalis ingin bentuk negara federal dipertahankan sedangkan golongan unitaris ingin Indonesia menjadi negara kesatuan.
BFO telah terpecah kedalam dua kubu kubu pertama menolak kerjasama dengan Belanda dan lebih memilih RI untuk diajak bekerja sama membentuk negara Indonesia serikat pertama dipelopori oleh ide anak agung gede agung serta R.T adil puradiredja dan R.T Djumhana. Adapun kubuka 2 dipimpin oleh Sultan Hamid II dan dr.T. Mansur, kubuka 2 ingin agar garis kebijakan bekerjasama dengan Belanda tetap di BFO.
Komentar
Posting Komentar